Sejarah SMK Kristen BM Salatiga

SMK Kristen BM Salatiga adalah sekolah kejuruan yang bernaung di bawah Yayasan Kemakmuran Rejeki (YKR). Pemkrakarsa berdirinya yayasan ini adalah Pendeta Suhardi (Alm), Pendeta Basuki Probowinoto (Alm), dan Supeno Sastrowiyono (Alm). Tahun 1958 YKR mendirikan SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) Kristen. Dengan Kepala Sekolah Bapak Marwoto (Alm). Beliau juga merangkap menjadi Kepala SMA Kristen Salatiga. Kemudian YKR menunjuk Bapak Drs. Supardan (menantu Bapak Probowinoto) untuk menjabat sebagai Kepala SMEA Kristen. Karena Bapak Supardan mendapat tugas baru di Jakarta maka Kepala Sekolah diganti (caretake) Bapak Supeno Sastrowiyono. Pada tahun 1963 YKR mengangkat Kusworini (putra Bapak Suhardi) menjadi Kepala Sekolah sampai tahun 1998 (karena beliau meninggal dunia). Diteruskan oleh wakilnya Drs. I Made Supudja Ayub sampai tahun 2000 (beliau purna tugas). Penggantinya adalah Bapak Drs. Djoko Sukono sampai tahun 2004. Selanjutnya Kepala Sekolah dijabat oleh Bapak Drs. Thomas Heriyanto sampai sekarang.
Kebijakan pemerintah mengharuskan seluruh sekolah di luar sekolah umum berganti nama menjadi Sekolah Kejuruan. Dengan demikian, SMEA Kristen pun bergantio nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Kristen (Bisnis dan Manajemen) Salatiga atau sering disingkat SMK Kristen (BM) Salatiga.
Berkembangnya lapangan pekerjaan yang menuntut tenaga terampil di bidang desain grafis, perekaman dan penyuntingan audio dan video, maka mulai tahun pelajaran 2009/2010 sekolah ini membuka jurusan baru yaitu Multimedia. Sehingga saat ini tersedia empat program keahlian (jurusan), yaitu : Penjualan, Administrasi Perkantoran (Sekretaris), Akuntansi dan Multimedia. Dengan dibukanya jurusan Multimedia, maka nama sekolah ini menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen BM Salatiga.